Laras Anjani, kartografer, naik Gunung Lawang bersama tiga teman dan tidak pernah kembali ke tenda. Rombongannya bilang ia hilang dalam kabut Jumat pagi. Kakaknya, Dito, akuntan yang takut ketinggian, berkendara tujuh jam ke kaki gunung dan menemukan hal pertama yang tidak cocok: orang yang tersesat tidak melipat tendanya dan membawa semua barangnya.
Sementara tim pencari menyisir lereng, Laras sendiri sedang berjalan makin dalam ke Tanah Larangan, mengikuti pita-pita lapuk yang diikat dengan simpul yang hanya diajarkan satu orang di dunia: ayahnya, yang hilang di gunung yang sama dua puluh tahun lalu. Dua garis waktu, dua pencarian, dan satu pintu batu yang tidak ada di peta mana pun.
Yang akan kamu temukan:
Cocok untuk pembaca petualangan dan misteri yang ingin novel sekali duduk dengan akhir yang tuntas dan hangat.
Belum ada ulasan. Ulasan hanya bisa ditulis oleh pembeli yang sudah membayar.
Masuk untuk menulis ulasan setelah membeli.