Hilang di Lawang: Novel Petualangan Gunung dengan Dua Garis Waktu
Seorang pendaki hilang di Gunung Lawang, kakaknya mencari dari bawah. Novel petualangan sekali duduk yang membuatmu terus membalik halaman.
Ada novel yang enak dibaca sambil lalu, dan ada novel yang membuatmu lupa teh di samping bantal sudah dingin. Hilang di Lawang ada di golongan kedua.
Cerita dari dua sisi gunung
Laras naik Gunung Lawang bersama tiga temannya dan tidak kembali ke tenda. Kakaknya, Dito, seorang akuntan yang takut ketinggian, menempuh tujuh jam perjalanan ke kaki gunung untuk mencarinya. Di sana ia menemukan satu hal pertama yang tidak cocok. Hal itu cukup untuk membuatnya tidak percaya pada cerita siapa pun.
Novel ini dibagi dua. Satu bagian berjalan bersama tim pencari, bagian lain mengikuti Laras sendiri. Dua cerita itu bergantian bab demi bab, dan kamu akan terus bertanya apa yang sebenarnya menghubungkan keduanya.
Kenapa novel ini sulit diletakkan
- Ketegangan khas gunung. Kabut, punggungan sempit, dan cuaca yang berubah cepat.
- Cara bercerita yang tidak biasa. Selingan berupa transkrip radio, chat grup, dan catatan lapangan membuat kamu merasa ikut menyelidiki.
- Misteri yang dibuka sedikit demi sedikit. Petunjuknya ada di depan mata sejak awal, dan kejutannya tetap terasa tepat waktu.
- Hati yang hangat. Di balik petualangannya, ini cerita tentang kakak dan adik, serta janji yang terlalu lama dipanggul.
Cocok untuk siapa
Pembaca petualangan dan misteri yang ingin novel sekali duduk dengan akhir yang tuntas. Bisa juga untuk kamu yang sedang mencari bacaan liburan akhir pekan.
Hilang di Lawang tayang di BukuPraktis pada 3 November 2026, format PDF, sekitar 130 halaman. Kamu bisa mengintip beberapa halaman pertamanya di halaman buku sebelum memutuskan.
Sambil menunggu, lihat juga novel lain di rak Novel kami. Pilihan genrenya mulai dari romansa sampai horor, dan semuanya ditulis supaya kamu penasaran di setiap halaman.
Pelajari sampai tuntas di “Hilang di Lawang”
Laras Anjani, kartografer, naik Gunung Lawang bersama tiga teman dan tidak pernah kembali ke tenda. Rombongannya bilang ia hilang dalam kabut Jumat pagi. Kakaknya, Dito, akuntan ya...