Cara membaca simulasi cicilan KPR
Hampir semua KPR di Indonesia memakai cicilan anuitas: jumlah cicilan per bulan sama selama bunganya sama, tetapi porsi bunga besar di awal dan porsi pokok membesar menjelang akhir. Karena itu sisa pokok turun lambat di tahun-tahun pertama.
Contoh: rumah Rp250 juta, tenor 20 tahun
| Komponen | Angka |
|---|---|
| Uang muka 10% | Rp25.000.000 |
| Pokok pinjaman | Rp225.000.000 |
| Cicilan 3 tahun pertama (fixed 7,5%) | Rp1.812.585 |
| Sisa pokok setelah 3 tahun | Rp208.652.594 |
| Cicilan berikutnya (floating 11%) | Rp2.264.675 |
| Total bunga selama 20 tahun | Rp302.246.722 |
| Penghasilan minimal agar cicilan maks. 30% | Rp7.548.916 |
Perhatikan lonjakan cicilan sekitar Rp450.000 per bulan setelah masa fixed. Siapkan ruang di anggaran sejak awal, atau pertimbangkan pelunasan sebagian saat masa fixed berakhir.
Langkah dari menabung uang muka sampai akad untuk gaji pas-pasan dibahas di KPR Pertama dengan Gaji UMR.