πŸ› οΈ Pembayaran sedang dalam perbaikan (maintenance). Kamu tetap bisa mendaftar, membaca ebook gratis dan menyimpan ebook ke keranjang.
Alat gratis Β· tanpa daftar

Kalkulator Dana Darurat

Hitung berapa dana darurat yang ideal untuk kondisimu, berapa yang masih kurang, dan berapa lama terkumpul dengan tabungan bulanan.

Kondisimu

Makan, tempat tinggal, listrik, transport, sekolah, cicilan.

Cara menghitung dana darurat

Dana darurat adalah uang cadangan untuk kejadian tak terduga: kehilangan pekerjaan, sakit, usaha sepi, atau perbaikan rumah mendadak. Hitung dari pengeluaran wajib, bukan dari gaji, lalu kalikan dengan jumlah bulan sesuai kondisimu.

Contoh: keluarga dengan satu anak

KomponenAngka
Pengeluaran wajib per bulanRp5.000.000
Target (9 bulan)Rp45.000.000
Sudah terkumpulRp8.000.000 (17,8%)
Masih kurangRp37.000.000
Menyisihkan Rp1.500.000 per bulan25 bulan (2 tahun 1 bulan)
Agar terkumpul dalam 12 bulanRp3.083.334 per bulan

Tips mengumpulkannya

Sisihkan di awal bulan begitu gaji masuk, lewat transfer otomatis ke rekening terpisah. Masukkan juga sebagian THR atau bonus. Bila masih punya utang berbunga tinggi, kumpulkan dulu dana darurat kecil (misalnya 1 bulan pengeluaran), lalu fokus melunasi utangnya.

Menyusun anggaran keluarga sampai dana darurat terkumpul dibahas di Atur Keuangan Keluarga.

Pelajari lebih dalam

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa dana darurat yang ideal?

Patokan yang umum: 3 bulan pengeluaran wajib untuk lajang, 6 bulan untuk yang sudah menikah, 9 bulan bila ada anak, dan 12 bulan bila penghasilan tidak tetap (pekerja lepas atau pemilik usaha). Makin besar tanggungan dan makin tidak pasti penghasilan, makin besar dana daruratnya.

Pengeluaran apa saja yang dihitung?

Hanya pengeluaran wajib yang tetap harus dibayar bila penghasilan berhenti: makan, sewa atau cicilan rumah, listrik dan air, transportasi, biaya sekolah, pulsa dan internet seperlunya, cicilan utang, dan iuran BPJS. Belanja gaya hidup tidak perlu dihitung.

Dana darurat disimpan di mana?

Di tempat yang aman dan mudah dicairkan: rekening tabungan terpisah dari rekening harian, deposito bertahap, atau reksa dana pasar uang. Hindari saham dan aset yang nilainya bisa turun saat justru dibutuhkan.

Alat gratis lainnya

Konfirmasi