Tanpa biaya, tanpa iklan. Ikuti ceritanya dan kami kabari saat episode berikutnya terbit.
Kakek tujuh puluh empat tahun bersikeras berjalan kaki ke makam istrinya di Gunungkidul. Cucunya yang sedang menunggu panggilan kerja terpaksa menemani.
Dua belas tahun merantau, satu surat PHK, dan perjalanan panjang pulang ke kaki Rinjani.
Dua puluh tiga titipan, satu kapal ke Ambon, dan sehelai kebaya pengantin yang hilang di Makassar.
Empat puluh tahun lalu ia meminjam sebuah lentera. Kini ia naik kereta melintasi Jawa untuk mengembalikannya.