Kedai kopi kecil jarang tutup karena kopinya kurang enak. Kebanyakan berhenti karena modal habis di mesin sebelum pembeli datang, atau karena pemiliknya tidak tahu berapa gelas sehari yang harus terjual. Buku ini menyusun keputusan membuka kedai menjadi urutan yang jelas, dari menghitung orang lewat di calon lokasi sampai angka target harian di dinding kedai.
Yang akan kamu pelajari:
Dilengkapi studi kasus kedai teras rekaan di Malang dengan pembanding gerobak di Pontianak dan kios di Makassar, sepuluh kesalahan umum pemula, kartu resep enam menu, serta lembar HPP dan titik impas siap cetak.
Cocok untuk kamu yang ingin membuka kedai kopi dengan modal terbatas, yang bingung memilih gerobak, teras, atau kios, dan yang sudah buka tetapi belum tahu angka impasnya.
Belum ada ulasan. Ulasan hanya bisa ditulis oleh pembeli yang sudah membayar.
Masuk untuk menulis ulasan setelah membeli.