Layang-Layang Takut Tinggi: Cerita Anak untuk Si Kecil yang Sedang Belajar Melawan Takut
Layang-layang yang justru takut terbang tinggi. Cerita bergambar hangat tentang rasa takut dan keberanian kecil, untuk anak 4–8 tahun.
"Aku takut."
Ayah dan Bunda pasti sudah sering mendengar dua kata itu. Takut naik perosotan yang tinggi, takut masuk kelas baru, takut gelap, takut mencoba berenang. Kadang kita refleks menjawab, "Ah, begitu saja kok takut." Padahal bagi si kecil, rasa takut itu sungguhan, dan yang ia butuhkan bukan disuruh berhenti takut, melainkan ditemani mencari cara untuk melangkah sedikit demi sedikit.
Dari situlah Layang-Layang Takut Tinggi lahir.
Tokoh yang punya rahasia
Di dinding sebuah gudang kayu tergantung layang-layang merah-kuning dengan ekor panjang penuh pita. Setiap sore ia melihat layang-layang lain menari di langit. Kedengarannya indah, tapi ia menyimpan rahasia yang lucu sekaligus menyentuh: layang-layang ini takut tinggi.
Anak-anak biasanya langsung tertawa mendengarnya. Layang-layang kok takut tinggi? Lalu, pelan-pelan, mereka mulai mengerti. Rasanya mirip dengan yang mereka alami sendiri.
Suatu hari Angin berkata, "Hari ini giliranmu." Bersama sahabatnya, Gulungan Benang, layang-layang mencoba naik. Ia jatuh, mencoba lagi, dan belajar satu kalimat ajaib:
"Satu, dua, tiga... naik sedikit saja!"
Kalimat ini cocok sekali dipakai di dunia nyata. Saat si kecil ragu di tepi kolam atau di depan kelas, Ayah dan Bunda cukup berbisik, "Satu, dua, tiga..." dan ia akan tahu kelanjutannya.
Pesan yang tidak menggurui
Cerita ini tidak berkata "jangan takut". Justru sebaliknya: takut itu boleh. Yang dirayakan adalah keberanian kecil, langkah yang sedikit, naik yang tidak harus langsung tinggi. Pesan seperti ini membuat anak merasa dipahami, bukan dihakimi.
Tokohnya pun benda, bukan manusia atau hewan, sehingga setiap anak bisa membayangkan dirinya di posisi si layang-layang tanpa terbebani perbandingan dengan "anak lain yang lebih berani".
Seru dibacakan, seru ditirukan
Halaman-halamannya penuh warna langit sore, pita yang berkibar, dan bunyi-bunyian besar yang mengundang anak ikut bersuara: wuuung angin, sret benang ditarik, bluk saat jatuh, dan tarik-ulur! yang bisa diperagakan dengan tangan. Kalimatnya pendek, ritmenya enak, jadi Ayah atau Bunda tidak perlu jadi pendongeng profesional untuk membuatnya hidup.
Untuk anak yang mulai lancar membaca, buku ini juga nyaman dibaca sendiri.
Ngobrol dan bermain setelahnya
Di akhir buku ada halaman "Ayo ngobrol!" dengan lima pertanyaan tentang rasa takut dan cara melawannya pelan-pelan. Ini kesempatan emas untuk mendengar apa yang sebenarnya ditakuti si kecil, sesuatu yang kadang tidak keluar kalau ditanya langsung.
Ada pula dua halaman aktivitas yang boleh dicetak, cari dan hitung serta sambung titik, untuk melanjutkan keseruan di meja. Mau tambah lagi? Ambil lembar aktivitas anak gratis di BukuPraktis.
Apakah layang-layang akhirnya berani terbang setinggi teman-temannya? Biarkan si kecil yang menemukan jawabannya di halaman terakhir.
Satu paket, lima keberanian
Layang-Layang Takut Tinggi termasuk dalam Paket Cerita Anak: Berani & Pantang Menyerah, bersama Perahu Kecil Mencari Laut, Sepeda Roda Tiga, Biji Kecil di Celah Batu, dan Lentera Pertama. Setiap cerita membahas sisi keberanian yang berbeda: berani mencoba, berani jatuh, berani sabar, berani tampil. Membeli paketnya lebih hemat daripada satuan, cocok untuk stok bacaan sebelum tidur sepanjang minggu. Lihat paketnya di halaman buku atau di rak Cerita Anak.
Satu, dua, tiga... ayo mulai membaca!
Pelajari sampai tuntas di “Layang-Layang Takut Tinggi”
Di dinding gudang kayu tergantung sebuah layang-layang merah-kuning. Ekornya panjang, penuh pita. Setiap sore ia melihat layang-layang lain menari di langit, tapi ia punya satu rah...