Cara Pakai WhatsApp Business untuk Jualan: Profil sampai Label
Fitur WhatsApp Business yang paling berguna untuk penjual kecil dan cara memakainya: profil bisnis, katalog produk, balasan saat tidak aktif, balasan cepat, dan label.
Bagi banyak usaha kecil di Indonesia, WhatsApp adalah kasir, etalase, sekaligus layanan pelanggan. Masalahnya, saat pesanan mulai ramai, chat pembeli bercampur dengan grup keluarga, pertanyaan yang sama dijawab berulang kali, dan ada pembeli yang terlewat dibalas. WhatsApp Business dibuat untuk mengatasi itu, dan aplikasinya gratis.
WhatsApp biasa vs WhatsApp Business
| WhatsApp biasa | WhatsApp Business | |
|---|---|---|
| Profil usaha (alamat, jam buka, deskripsi) | Tidak ada | Ada |
| Katalog produk | Tidak ada | Ada |
| Balasan otomatis saat tidak aktif | Tidak ada | Ada |
| Balasan cepat untuk pertanyaan umum | Tidak ada | Ada |
| Label atau daftar untuk mengelompokkan chat | Terbatas | Ada |
Jika nomor jualanmu masih memakai WhatsApp biasa, pertimbangkan memindahkannya ke WhatsApp Business. Sebaiknya gunakan nomor khusus usaha agar urusan pribadi dan jualan tidak bercampur.
1. Lengkapi profil bisnis
Profil adalah hal pertama yang dilihat calon pembeli. Isi dengan lengkap:
- Nama usaha yang sama dengan di media sosial dan kemasan.
- Kategori, misalnya makanan dan minuman atau pakaian.
- Deskripsi singkat: apa yang kamu jual dan untuk siapa.
- Alamat atau area layanan, jam operasional, dan tautan toko online.
- Foto profil berupa logo yang jelas, bukan foto pribadi.
Profil yang lengkap membuat pembeli baru lebih yakin bahwa ia sedang berbicara dengan usaha sungguhan.
2. Susun katalog produk
Katalog memungkinkan pembeli melihat produk, harga, dan deskripsi tanpa harus bertanya satu per satu. Tips menyusunnya:
- Gunakan foto yang terang dan seragam latarnya.
- Tulis harga yang jelas dan perbarui jika berubah.
- Isi deskripsi dengan ukuran, varian, dan cara pesan.
- Kelompokkan produk sejenis, misalnya "Kue Kering" dan "Kue Basah", agar mudah dicari.
Saat ada yang bertanya "ada menu apa saja?", cukup kirim tautan katalog.
Ingin lebih dalam? Artikel ini baru membahas sebagian kecil. Di ebook WhatsApp Business untuk Jualan, kamu akan mempelajari lebih jauh:
- Nomor bisnis yang terpisah, profil lengkap, serta pesan salam dan pesan menjauh yang menenangkan pelanggan
- Katalog, koleksi, keranjang, dan alur pesanan dari rincian tagihan sampai lunas dan terkirim
- Balasan cepat untuk pertanyaan berulang dan lima label pelanggan: baru, pesan, lunas, kirim, langganan
Semua langkahnya disusun berurutan dan bisa langsung dipraktikkan. Lihat isi bukunya.
3. Atur balasan saat tidak aktif
Pembeli bisa mengirim pesan kapan saja, termasuk tengah malam. Aktifkan balasan otomatis saat kamu tidak sedang aktif, misalnya:
"Halo Kak, terima kasih sudah menghubungi Dapur Nina. Kami sedang istirahat dan akan membalas mulai pukul 08.00. Sambil menunggu, Kakak bisa lihat menu di katalog kami."
Pembeli jadi tahu pesannya diterima dan kapan akan dibalas.
4. Simpan balasan cepat
Balasan cepat adalah pesan tersimpan untuk pertanyaan yang sering muncul. Contoh yang paling berguna:
| Situasi | Isi balasan cepat |
|---|---|
| Daftar harga | Ringkasan harga dan tautan katalog |
| Cara pesan | Format pesanan: nama, alamat, jumlah, varian |
| Info pembayaran | Nomor rekening atau pilihan pembayaran |
| Konfirmasi pesanan | Ringkasan pesanan dan estimasi kirim |
| Terima kasih | Ucapan dan ajakan memberi ulasan |
Tetap baca ulang sebelum mengirim, lalu sesuaikan nama dan detail pesanan agar balasan terasa personal.
5. Kelompokkan chat dengan label
Label atau daftar membantu kamu tahu posisi setiap pembeli. Contoh susunan label:
- Pembeli baru: baru bertanya, belum memesan.
- Menunggu pembayaran: sudah pesan, belum transfer.
- Sudah bayar: siap diproses.
- Dikirim: menunggu konfirmasi diterima.
- Perlu ditindaklanjuti: komplain atau pertanyaan yang belum selesai.
Dengan label, kamu bisa membuka semua chat "Menunggu pembayaran" sekaligus dan mengirim pengingat yang sopan.
6. Gunakan status untuk promosi ringan
Status WhatsApp dilihat oleh kontak yang menyimpan nomormu. Isi dengan produk baru, proses produksi, testimoni, dan pengingat pre-order. Jangan hanya mengunggah brosur, karena status yang terasa seperti cerita lebih sering dibuka.
Rutinitas harian 15 menit
Fitur hanya berguna jika dipakai rutin. Coba rutinitas singkat ini setiap pagi:
- Buka label "Perlu ditindaklanjuti" dan selesaikan yang tertunda dari kemarin.
- Cek label "Menunggu pembayaran" dan kirim pengingat sopan kepada pembeli yang belum transfer lebih dari sehari.
- Pindahkan chat yang sudah bayar ke label berikutnya dan proses pesanannya.
- Unggah satu status: produk hari ini, proses produksi, atau testimoni terbaru.
- Perbarui katalog jika ada stok habis atau harga berubah.
Rutinitas ini membuat tidak ada pembeli yang terlupa, dan pembeli melihat tokomu aktif setiap hari. Jika pesanan sudah sangat banyak, pertimbangkan membagi tugas: satu orang membalas chat, satu orang memproses pesanan, dengan label sebagai papan koordinasi bersama.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah WhatsApp Business berbayar? Aplikasi WhatsApp Business bisa diunduh dan dipakai tanpa biaya. Fitur atau layanan berbayar tertentu ditujukan untuk usaha yang lebih besar.
Apakah chat lama hilang jika pindah ke WhatsApp Business? Riwayat chat dapat dipindahkan saat beralih di ponsel yang sama. Tetap cadangkan chat sebelum memindahkan untuk berjaga-jaga.
Boleh mengirim promosi ke semua kontak? Kirim promosi hanya kepada pembeli yang memang mau menerimanya, dan jangan terlalu sering. Pesan massal yang mengganggu bisa membuat nomormu dilaporkan.
Kalau artikel ini membantu, langkah berikutnya ada di ebook WhatsApp Business untuk Jualan.
Pelajari sampai tuntas di “WhatsApp Business untuk Jualan”
Bagi banyak toko kecil, kasirnya adalah ponsel dan etalasenya adalah ruang chat. Buku ini mengajakmu mengikuti satu hari penuh di balik layar chat toko kerudung daring, dari pukul...