Setiap malam Jumat, gong tua di museum kecil di Solo berdengung sendiri. Tidak ada yang memukulnya.
Pak Waluyo sudah tiga puluh tahun menjaga sebuah museum gamelan kecil milik yayasan di Solo. Sebulan terakhir, setiap Kamis malam sekitar pukul sembilan, gong ageng tertua di museum itu berdengung pelan dengan sendirinya. Petugas kebersihan tidak mau lagi lembur, dan cerita tentang gong yang "minta dipukul" mulai beredar di kampung. Bersama cucunya, Ratri, yang selalu merekam apa saja dengan ponsel, Pak Waluyo mencari jawabannya dengan cara yang menghormati tradisi sekaligus akal sehat. Lalu seorang perempuan tua dari Klaten datang dan mengaku gong itu milik ayahnya. Mini-seri enam episode.
Masuk atau buat akun gratis untuk berkomentar dan memberi bintang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!